8 Jenis Musik Tradisional di Indonesia

8 Jenis Musik Tradisional Indonesia - Indonesia adalah negara yang sangat beragam karena memiliki wilayah yang luas dan ditempati oleh jutaan orang dari berbagai suku. Karena itu, musik tradisional di Indonesia juga beragam karena masing-masing daerah memiliki budaya dan kesenian tersendiri. Setiap musik tradisional tumbuh di masing-masing daerah memiliki keunikan yang berbeda dibanding daerah lain.

Musik tradisional Indonesia berkembang di setiap wilayah dan diwariskan dari generasi ke generasi. Itu masih ada di masyarakat. Musik ini juga telah lahir, tumbuh, dan dikembangkan di daerah ini sejak nenek moyang mereka tinggal.

Di Indonesia, ada beberapa jenis genre musik tradisional atau gaya yang dibentuk dengan mencampur beberapa budaya yang berbeda. Meski begitu, kita masih bisa menemukan musik asli Indonesia yang masih bertahan sampai sekarang.

1. Musik Rakyat


Musik Rakyat

Musik rakyat di Indonesia umumnya menggambarkan keragaman budaya dan etnis Indonesia. Biasanya, lagu rakyat akan menggunakan bahasa daerah yang kemudian bisa digabungkan dengan musik dan instrumen barat. Musik rakyat di Indonesia sangat beragam, dan saat ini ada lagu rakyat dengan pop, rock, house, hip-hop atau gaya lainnya.

2. Keroncong


Keroncong

Keroncong adalah salah satu musik tradisional yang dikembangkan di Indonesia sejak zaman penjajahan Portugis. Saat itu, kolonial membawa instrumen musik Eropa yang kemudian dipadukan dengan alat musik tradisional Indonesia dan menghasilkan musik keroncong.

Pada tahun 1930, musik keroncong banyak digunakan di industri perfilman Indonesia. Dari waktu ke waktu, musik ini juga digunakan oleh masyarakat untuk menyuarakan perjuangan kemerdekaan mereka.

Salah satu contoh lagu keroncong yang terkenal adalah Bengawan Solo. Lagu ini menceritakan tentang sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Jawa. Kemudian, lagu ini menjadi terkenal di seantero Indonesia karena liriknya yang indah dan melodi yang unik.

Sementara itu, musik Keroncong terus berkembang dan menghasilkan gaya musik baru seperti Tembang Jawa dan Gambang Kromong. Tembang Jawa adalah gaya Keroncong yang berbeda disertai gamelan dengan tujuh nada. Sementara, Gambang Kromong adalah musik keroncong yang digunakan sebagai pendamping di teater lokal. Selanjutnya, Gambang Kromong dikenal secara luas terutama sebagai budaya masyarakat Betawi di Jakarta.

3. Musik Dangdut


Musik Dangdut

Dangdut adalah salah satu musik tradisional paling populer sejak tahun 1970 dan masih populer hingga saat ini.

Musik dangdut awalnya merupakan salah satu bentuk musik dansa. Ini menggabungkan kedua tradisi musik lokal, India, serta musik Malaysia.

Sementara itu gaya dangdut dikembangkan di Jakarta sejak tahun 1960an. Di awal, musik dangdut lahir pada pertengahan abad ke-20. Dengan demikian, ada keinginan para musisi muda Indonesia untuk mengembangkan musik modern dan tradisional.

Sementara itu, Pada tahun 1990, pemerintah menganalisis dengan melihat musik sebagai janji penting pembangunan Indonesia. Selain itu, musik telah menarik perhatian orang-orang di kelas sosioekonomi. Apalagi tidak hanya di Indonesia, musik ini juga terkenal di Malaysia dan dikenal sebagai simbol orang Melayu.

4. Qasidah modern


Qasidah modern

Qasidah adalah musik yang berasal dari bahasa Arab dan telah dikenal luas di Indonesia. Lagu-lagu Qasidah biasanya berupa puisi yang disertai dengan nyanyian dan perkusi. Qasidah modern berasal dari bahasa islam yang dicampur dengan dialek lokal. Apalagi lirik itu menggambarkan situasi Indonesia saat itu.

5. Campursari


Campursari

Campursari adalah musik dangdut yang dipengaruhi oleh budaya Jawa terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, ada juga versi Sunda Campursari yang dikenal luas di Bandung, Jawa Barat.

6. Jaipongan


Jaipongan

Jaipongan adalah musik dance berirama yang kompleks yang berasal dari Sunda, Jawa Barat. Orang Sunda menggunakan musik ini sebagai pendamping tarian tradisional mereka, tarian Jaipong. Musik ini memiliki ritme yang unik dan membuat orang awam sulit meniru itu. Alat musik tradisional asli orang Sunda biasanya digunakan untuk menemani jenis musik ini.

7. Gambus


Gambus

Gambus adalah musik tradisional Indonesia yang dicampur dengan vokal dan musik instrumental asal Timur Tengah. Karakteristik musik gambus adalah adanya gitar berbentuk tali 12-string yang digunakan sebagai alat pendamping.

8. Tembang Sunda Cianjuran


Tembang Sunda Cianjuran

Tembang Sunda adalah sebuah lagu dengan lirik seperti puisi. Ini berkembang di era kolonial di kawasan Cianjur, Jawa Barat. Dalam musik ini, lirik dinyanyikan sangat khas untuk mengekspresikan kebebasan. Musik yang menyertainya yang digunakan adalah kecapi indung, kacapi rincik, suling atau seruling bambu, dan rebab.

Demikianlah 8 Jenis Musik Tradisional Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat.

Seorang manusia yang senang untuk berbagi informasi bermanfaat

SIlahkan berkomentar dengan sopan dan jangan meninggalkan link aktif. Terima kasih
EmoticonEmoticon