5 Pertunjukan Seni Tradisional Indonesia yang Hampir Punah

5 Pertunjukan Seni Tradisional Indonesia yang Hampir Punah - Indonesia sebuah negara yang memiliki kesenian yang beragam dan berbeda di tiap daerah. Indonesia juga memiliki banyak pertunjukan seni tradisional tapi sekarang satu per satu mereka mulai lenyap karena kebanyakan orang lebih memilih untuk menghadiri pertunjukan modern, seperti pertunjukkan musik band, dan lain-lain.

Pertunjukkan seni tradisional ini mungkin beberapa tahun kedepan benar-benar hilang dan punah. Berikut adalah beberapa pertunjukkan bahwa Anda mungkin tidak memiliki kesempatan untuk melihat lagi.

1. Wayang Orang


5 Pertunjukan Seni Tradisional Indonesia yang Hampir Punah

Wayang Orang atau juga dikenal dengan Wayang Wong adalah wayang yang dimainkan oleh manusia, bukan wayang, sebagai karakter dalam cerita.

Ini diciptakan oleh Sultan Hamangkurat I pada tahun 1731. Mereka biasa berkeliling desa dan terkadang mereka digunakan untuk politik. Kini, Wayang Orang masih tampil di depan umum, biasanya selama festival tradisional.

2. Perjalanan Penari


5 Pertunjukan Seni Tradisional Indonesia yang Hampir Punah

Selama masa penjajahan Belanda, banyak pertunjukan seni dilakukan di sekitar desa dan salah satunya adalah penari keliling, atau penari perjalanan, dimana mereka berpindah dari satu desa ke desa lain untuk menari dan menjamu penduduk setempat.

3. Kuda Lumping


5 Pertunjukan Seni Tradisional Indonesia yang Hampir Punah

Kuda lumping atau yang juga dikenal dengan jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa dari sekelompok tentara yang mengendarai 'kuda'. Kuda terbuat dari bambu atau bahan anyaman lainnya dan dipotong menjadi bentuk kuda dengan rambut palsu yang terbuat dari tali plastik yang dikepang. Tariannya masih ada, tapi jarang dan sulit ditemukan.

4. Kentrung


5 Pertunjukan Seni Tradisional Indonesia yang Hampir Punah

Kentrung adalah pertunjukan seni asli dari pantai utara Jawa. Pertunjukan seni ini dapat ditemukan tersebar dari Semarang, Pati, Jepara, Blora sampai Tuban - jika Anda cukup beruntung untuk mengikuti salah satu pertunjukan langka.

5. Pertunjukkan Tayub


5 Pertunjukan Seni Tradisional Indonesia yang Hampir Punah

Pada awal 1900-an, Tayub Show berkeliling desa-desa di Jawa.

Mereka adalah sekelompok penari yang didampingi oleh kelompok gamelan. Ada tiga penari dan empat sampai lima pemain gamelan dalam kelompok yang melakukan perjalanan dari satu desa ke desa lain.

Beberapa juga menyebut mereka sebagai rombongan ledek (kelompok ledek) karena mereka tidak berkeliling setiap hari tapi hanya pada waktu-waktu tertentu berdasarkan kalender Jawa atau saat sebuah desa sedang panen.

Kelompok ini memainkan musik dan menari di tempat suci desa. Terkadang saat mereka menari, ibu membawa anak mereka meminta anggota kelompok untuk mendoakan anak-anak mereka agar mencegahnya dari malapetaka.

Kesimpulan

Memang Indonesia adalah negara dengan budaya dan kesenian yang sangat beragam, tetapi di balik banyaknya kesenian Indonesia yang sangat beragam itu, anak-anak muda Indonesia mulai melupakannya, dan lebih memilih pertunjukkan atau kesenian modern. Apakah para kaum muda akan membiarkan kesenian-kesenian ini hilang dan punah begitu saja, apakah kalian akan membiarkan ketika kesenian-kesenian asli Indonesia di klaim oleh negara tetangga yang pernah mengklaim beberapa kesenian Indonesia. Ketika kesenian di klaim oleh negara orang, masyarakat Indonesia marah, tetapi ketika diminta untuk melestarikannya, lebih memilih untuk berlatih kesenian-kesenian modern yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Indonesia. Saya berharap semoga masyarakat Indonesia terus melestarikan budaya dan kesenian asli Indonesia.

Demikian 5 Pertunjukan Seni Tradisional Indonesia yang Hampir Punah. Semoga artikel ini bermanfaat.

Seorang manusia yang senang untuk berbagi informasi bermanfaat

SIlahkan berkomentar dengan sopan dan jangan meninggalkan link aktif. Terima kasih
EmoticonEmoticon