Museum Keris Nusantara: Tempatnya Koleksi Keris dari Seluruh Indonesia

Museum Keris Nusantara: Tempatnya Koleksi Keris dari Seluruh Indonesia - Sebuah museum baru di Surakarta, Jawa Tengah, bertujuan untuk menghubungkan kembali orang-orang Indonesia kontemporer dengan nilai asli dan filosofi keris, sebuah senjata serpentine kuno yang sering dikaitkan dengan alam mistis.

Museum Keris Nusantara

Museum Keris Nusantara

Diresmikan oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo bulan lalu, Museum Keris Nusantara (Keraton Nusantara), di kompleks Sriwedari, Surakarta, menampung 409 keris dari seluruh Indonesia.

"Beberapa koleksi adalah mahakarya, yang berabad-abad lamanya. Keris era Buddha adalah yang tertua dan dibuat pada abad kedelapan dan kesembilan, "kata Agus Triatmodjo, anggota tim kurator museum.

Museum ini memiliki empat lantai dan ruang bawah tanah, yang telah diubah menjadi ruang pamer, pusat administrasi, perpustakaan fasilitas audio visual dan kamar anak-anak.

Lantai tiga menawarkan diorama yang menunjukkan pembuatan keris, peralatan kerajinan dan bengkel yang serupa dengan yang digunakan oleh kris empu (pembuat kris master) berabad-abad yang lalu.

"Pembuatan Kris biasa dilakukan di bawah pepohonan, dimana bengkel dibangun untuk empu untuk membuat belati," kata Agus.

Ruang tampilan utama di lantai empat memiliki bilah yang berbeda, yang disumbangkan oleh kolektor.

Sampai saat ini, museum yang baru dibuka ini telah menyambut sekitar 4.325 pengunjung melalui pintunya, kata Bambang MBS, kepala unit eksekutif teknis museum di kantor budaya tersebut.

Bambang menambahkan, sebagian besar pengunjung adalah penduduk lokal, kebanyakan mahasiswa.

"Hanya 29 wisatawan asal Spanyol, Malaysia dan Australia yang berkunjung ke museum bulan lalu," katanya.

Museum Keris Nusantara

Sebagian besar potongan keris berasal dari Jawa, wilayah dimana senjata tradisional telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Orang Jawa harus memiliki wanito [istri], wismo [rumah], curigo [keris], turonggo [kuda] dan kukilo [burung] agar menjadi sempurna. Betapapun kaya mereka, mereka akan terlihat tidak lengkap tanpanya, "kata Ronggojati Sugiyatno, seorang pecinta keris dan kolektor.

"Setiap orang di Jawa, terlepas dari kekayaannya, harus memiliki senjatanya. Semua pria berusia antara 12 dan 81 memakai keris di sabuk mereka, "tambahnya.

Selain menjadi senjata, keris, menurut beberapa orang Jawa, memiliki kekuatan supranatural.

"Nenek moyang kita mempraktikkan ritual kuno dan keris adalah salah satu simbol yang mereka percaya memiliki kekuatan mistis," Subandi, seorang keris empu, berkata.

Istana kesultanan di Surakarta dan Yogyakarta masih melanjutkan tradisi kuno memandikan krisan sakral selama bulan suci Sura Jawa.

Selain itu, pada hari Selasa dan Jumat yang bertepatan dengan Kliwon atau hari kelima kalender Jawa, pelayan istana menempatkan tujuh bunga berwarna dan telur ayam buras di sekitar tempat penyimpanan keris sebagai korban persembahan.

"Keris berasal dari kata-kata sinengker karana aris, yang berarti rahasia tersembunyi di dalamnya. Rahasianya tak lain adalah filsafat hidup Jawa, "kata mantan pejabat istana Surakarta, Kanjeng Pangeran Aryo Winarno Kusumo, menjelaskan.

Katanya bentuk keriting melengkung dan lurus melambangkan nilai filosofis yang berbeda.

Yang melengkung melambangkan kebijaksanaan dan yang lurus mewakili tekad untuk mempertahankan prinsip.

"Kebijaksanaan dan tekad harus seimbang dan akhirnya mereka menunjuk ke atas kepada Tuhan. Itu sebabnya pisau krisan memiliki ujung runcing, "kata Aryo.

Biaya masuk ke museum adalah Rp 6.000, Rp 5.000 dan Rp 20.000 untuk pelajar, pengunjung domestik dan orang asing. Museum ini juga menyelenggarakan, lokakarya mingguan tentang proses pembuatan keris dan pemandian keris.

Demikianlah artikel tentang Museum Keris Nusantara: Tempatnya Koleksi Keris dari Seluruh Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat.

Seorang manusia yang senang untuk berbagi informasi bermanfaat

SIlahkan berkomentar dengan sopan dan jangan meninggalkan link aktif. Terima kasih
EmoticonEmoticon