5 Fakta Menarik Tentang Tumpeng

Fakta Menarik Tentang Tumpeng - Bagi penduduk pulau Jawa, Bali dan Madura, tumpeng (nasi kuning berbentuk kerucut dengan berbagai macam lauk) identik dengan perayaan yang menyenangkan. Seiring dengan Hari Kemerdekaan RI ke-72, mereka yang ingin menjadi tuan rumah pesta perayaan mungkin ingin memasukkan tumpeng pada daftar menunya.

Fakta Menarik Tentang Tumpeng

Namun, sebelum memesan tumpeng dari perusahaan katering terdekat, mari kita belajar lagi tentang filosofi dibalik hidangan tradisional. Jadi simak saja fakta-fakta menarik tentang Tumpeng.

Ini mewakili hubungan antara manusia dan Tuhan

Murdjati Gardjito, seorang peneliti di pusat makanan dan gizi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, mengatakan kepada kompas.com bahwa bentuk tumpeng melambangkan hubungan antara manusia dan Tuhan. Dia menjelaskan bahwa hanya ada satu butir di atas tumpeng, yang mewakili Tuhan. Sementara itu, bagian bawah piring, yang terdiri dari porsi lebih besar dan aneka hidangan, menggambarkan karakter manusia dan kompleksitas kehidupan.

Makan dari bawah

Meski saat ini populer menggunting tumpeng tumpeng dan memberikannya kepada tamu terhormat di ruangan tersebut, Murdjati mengatakan bahwa seseorang harus mulai makan tumpeng dari bawah. Karena tumpeng mewakili hubungan antara manusia dan Tuhan, mengiris bagian atas tumpeng berarti memotong hubungan dengan Yang Maha Kuasa.

Dia menjelaskan bahwa tumpeng harus dimakan bersama dengan semua tamu disekitar piringan tersebut.

Tumpeng dipengaruhi oleh tradisi Hindu

Meski sajiannya berasal dari Pulau Jawa, tumpeng dipengaruhi oleh tradisi Hindu. Dr. Ari Prasetiyo, dosen bahasa Jawa di Universitas Indonesia (UI) mengatakan konsep tumpeng berasal dari manuskrip kuno Jawa "Tantu Pangelaran," yang menganggap puncak Gunung Semeru di Jawa Timur, yang dikenal dengan nama Mahameru, sebagai tempat dewa. Makanya, tumpeng mewakili bentuk gunung.

Tumpeng adalah akronim

Etimologi tumpeng tidak pasti. Namun, kata Ari kata tersebut merupakan akronim dari kalimat orang Jawa "Yen metu kudu mempeng," yang kira-kira berarti, "Pastikan untuk memberikan semua yang anda bisa saat anda keluar."

Makna lauk tumpeng

Secara tradisional, tumpeng disajikan dengan tujuh macam hidangan, menyajikan berbagai unsur makanan, seperti sayuran, laut dan hewan darat. Piring ini juga menawarkan berbagai rasa, termasuk manis, asam dan pahit, yang menggambarkan situasi kehidupan yang berbeda.

Demikian Fakta Menarik Tentang Tumpeng. Semoga artikel ini bermanfaat.

Seorang manusia yang senang untuk berbagi informasi bermanfaat

SIlahkan berkomentar dengan sopan dan jangan meninggalkan link aktif. Terima kasih
EmoticonEmoticon