5 Aturan Unik di Yogyakarta yang Kebanyakan Orang Tidak Tahu

5 Aturan Unik di Yogyakarta yang Kebanyakan Orang Tidak Tahu - Setiap tempat memiliki setidaknya satu peraturan unik yang dipercaya oleh kebanyakan orang di suatu tempat. Aturannya masih berlaku sampai sekarang meski beberapa di antaranya tidak masuk akal dan aneh.

5 Aturan Unik di Yogyakarta

Yogyakarta tidak terkecuali. Wilayah khusus yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X juga memiliki cerita rakyat yang selama ini diyakini berabad-abad lamanya. Di antara mitos mistis yang mereka miliki, ada lima peraturan tak tertulis yang masih di ikuti oleh masyarakat Yogyakarta. Inilah lima aturan unik di Yogyakarta yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

1. Sultan tidak diperkenankan menyeberangi Plengkung Gading.

Plengkung atau pintu masuk istana merupakan salah satu bagian Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Itu adalah pintu gerbang utama untuk masuk dan keluar dari istana. Terletak di sebelah selatan Alun-Alun Kidul. Sudah menjadi tradisi bahwa ketika raja Yogyakarta meninggal dunia, mereka akan membawanya melalui Plengkung untuk dimakamkan di makam para Raja di Imogiri. Karena itulah Sultan tidak diperkenankan menyeberangi Plengkung Gading selama mereka masih hidup.

2. Dilarang mengunjungi pantai Parangtritis dengan warna hijau.

Parangtritis adalah salah satu tempat wisata khas Yogyakarta. Meski pantai di Gunung Kidul terlihat lebih atraktif, namun tetap saja, wisatawan tetap datang ke tempat ini.

Parangtritis juga terkait dengan legenda Nyi Roro Kidul. Seharusnya dikatakan, orang tidak diperbolehkan untuk datang dalam warna hijau. Jika Anda melihat lukisan Nyi Roro Kidul, Anda bisa melihat bahwa dia mengenakan gaun hijau. Rumor mengatakan bahwa hijau adalah warna kesukaannya sehingga dia tidak ingin melihat orang lain memakai warna yang sama hijau. Di sisi lain, beberapa orang juga mengatakan bahwa dia menyukai orang yang memakai pakaian hijau karena ini adalah warna kesukaannya, jadi dia akan membawa mereka ke dunia supernaturalnya.

3. Orang-orang di Gunungkidul harus menghadap ke arah Selatan saat menggiling rempah-rempah.

Gunung Kidul, sebagai salah satu kabupaten di Yogyakarta, juga memiliki takhayul yang unik. Orang harus berhadapan dengan Selatan saat mereka menggiling bumbu. Aprilia (25) yang berasal dari Gunung Kidul mengakui bahwa peraturan tersebut ada.

"Ya, nenek saya mengajari saya untuk melakukan itu sejak saya masih kecil, (katanya) bahwa saya harus menghadap ke Selatan saat saya menggiling rempah-rempah. Dia mengatakan untuk menghormati Nyi Roro Kidul. Sebagian besar orang (di Gunung Kidul) masih melakukan aturan tersebut" katanya.

4. Mempelai wanita, mempelai pria, dan orang sakit tidak diizinkan menyeberangi persimpangan Palbapang.

Persimpangan Palbapang yang berada di Bantul juga memiliki aturan yang unik. Mereka mengatakan bahwa pengantin wanita dan calon pengantin pria tidak diperbolehkan menyeberangi persimpangan jalan dengan tangan kosong. Mereka harus membawa seekor ayam jantan dan membebaskannya di perempatan jalan. Untuk menghindari mitos tersebut, mereka akhirnya cenderung melalui cara lain. Ada juga mitos bahwa orang tidak boleh melewati perempatan saat mereka sakit. Solusinya adalah, mereka harus mencari alternatif lain saat ingin pergi ke rumah sakit.

5. Pasar Bubrah, Gunung Merapi.

Salah satu lokasi mistik yang terkenal di Merapi adalah Pasar Bubrah. Pasar yang hanya berjarak satu kilometer sebelum puncak merupakan tempat favorit para pejalan kaki. Mereka biasanya tinggal di sana sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak di keesokan paginya.

Para pendaki yang tinggal di Pasar Bubrah sering mengalami hal-hal mistik seperti mendengar suara orang yang bermain gamelan di tengah malam. Beberapa pejalan kaki bahkan melihat makhluk supranatural. Bila pejalan kaki berada di pasar ini, mereka biasanya diberi peringatan untuk memperhatikan kata-kata dan cara mereka. Orang yang tinggal di dekat Merapi percaya bahwa makhluk gaib bisa menculik manusia yang tidak berperilaku sopan.


Jadi, itu adalah lima aturan unik di Yogyakarta. Terlepas dari apakah mereka benar atau tidak, peraturan telah mengakar dan bertahan hidup dari generasi ke generasi.

Demikianlah 5 Aturan Unik di Yogyakarta yang Kebanyakan Orang Tidak Tahu. Semoga artikel ini bermanfaat.

Seorang manusia yang senang untuk berbagi informasi bermanfaat

SIlahkan berkomentar dengan sopan dan jangan meninggalkan link aktif. Terima kasih
EmoticonEmoticon